Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Ditinggal Suami, Muncul Gondok Dan Kebutaan
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejak sepuluh tahun yang lalu, Sayu Putu Nayas (65) mulai dilanda berbagai penyakit. Sepeninggal suaminya sepuluh tahun lalu, warga Dusun Pengajaran, Berangbang, Negara mulai terbelit penyakit gondok lalu kebutaan pada mata kirinya.
Untuk mengisi hari tuanya, janda lima orang anak yang tinggal di salah satu kerabatnya, Sayu Kade Suerni (55) mengandalkan hidup sehari-harinya dengan berjualan canang dengan penghasilan Rp. 10 ribu perhari.
Ketika ditemui, Rabu (13/1), Nayas mengaku pasrah dengan penyakit yang didapnya lantaran kesulitan ekonomi membuatnya tidak mampu berbuat banyak untuk mengobati penyakitnya itu. Selain mengidap gondok dan Nayas juga mengalami kebutaan pada mata kirinya dan mengalami kesulitan pendengaran.
Pembengkakan di leher itu mulai muncul ketika suami saya meninggal sepuluh tahun lalu. Awalnya hanya benjolan kecil saja dan tidak saya hiraukan karena tidak sakit, terangnya. Namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan hingga kini sudah seukuran buah kelapa gading (kelapa yang berwarna kuning).
Karena benjolan ini saya jadi sulit menoleh dan berbicara. Kalau lagi kumat sakitnya bukan main, katanya perlahan. Untuk mengobati, Nayas mengaku kesulitan karena kondisi ekonominya yang pas-pasan. Apa yang saya pakai untuk berobat, untuk makan saja saya sudah susah. Anak saya juga tidak ada yang punya kerjaan tetap, ucapnya.
Nayas mengaku sudah sering diantarkan ke dokter oleh anaknya Nurah Rediama (27) karena Nayas mengantongi kartu JKJ dan termasuk KK Miskin. Belum sembuh penyakit gondoknya itu, secara perlahan mata kirinya mengalami kebutaan. Kini Nayas hanya mampu melihat dengan mata kanan saja.
Awalnya mata kiri saya terasa perih dan mengeluarkan air lama-kelamaan kabur dan hingga sekarang malah saya tidak bisa melihat,katanya. Berbagai model pengobatan baik medis maupun tradisional pernah dijalani Nayas namun tidak juga membuahkan hasil. Untuk mengobati penyakit yang dideritanya, Nayas mengaku sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.
Saya sangai ingin sembuh tapi saya tidak punya biaya untuk berobat. Kalau ada yang bersedia membantu saya, akan saya terima, akunya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7806 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan