Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Lebih Alih Profesi
Beritabali.com, Lebih
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Akibat cuaca buruk, ratusan nelayan di Pantai Lebih, Gianyar, Bali, enggan melaut. Untuk menyambung hidup, para nelayan beralih profesi untuk sementara waktu menjadi tukang bangunan rumah atau petani di sawah.
Cuaca buruk dan gelombang pasang mulai melanda perairan Pantai Lebih Gianyar sejak awal pekan ini. Menurut keterangan nelayan setempat, ombak di Pantai Lebih dalam pekan ini lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya.
Akibat kondisi cuaca yang tak menguntungkan ini, seratus lebih nelayan yang ada di pantai ini memilih untuk tidak melaut dan beristirahat di rumah.
“Selain cuaca buruk dan tidak bisa ditebak, dalam kondisi seperti ini ikan juga sangat sulit untuk ditangkap, tidak ada ikan yang bisa ditangkap di tengah laut sana,” kata salah seorang nelayan, Wayan Pindah.
Untuk menyambung hidup sehari-hari, para nelayan di Pantai Lebih memilih untuk beralih profesi sementara waktu. Profesi yang dipilih antara lain tukang bangunan rumah dan petani di sawah atau ladang.
Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bali, dalam pekan ini gelombang di selatan Bali atau Samudera Hindia mencapai dua hingga tiga meter. Armada laut ukuran besar,sedang, atau kecil diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di tengah laut.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2543 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1947 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun