Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Nyolahan Rangda, Dada Tertusuk Keris
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Piodalan Pura Ratu Gede di Dusun Bale Agung, Yehembang, Mendoyo diwarnai dengan peristiwa berdarah. Gusti Komang Suarsana alias Ngurah Lengkong dadanya tembus tertikam keris sang adik, Ngurah Apel saat nyolahan (menarikan) rangda.
Dari informasi yang dihimpun, Senin (8/2) menyebutkan peristiwa berdarah tersebut berawal ketika acara piodalan Pura Ratu Gede di Dusun Bale Agung, Yehembang, Mendoyo yang diisi acara nyolahan rangda saat acara penyineban (penutupan piodalan) pura tersebut.
Ketika itu, Gusti Komang Suarsana alias Ngurah Lengkong menjadi tokoh yang menarikan topeng rangda itu. Setelah beberapa lama sempat menari, tibalah acara ngenying (menusukkan keris ke tubuh rangda).
Saat itu, Ngurah Apel menjadi salah satu tokoh yang menusukkan keris ke tubuh kakaknya. Entah mengapa, keris yang dihujamkan ke tubuh sang kakak menembus dada Ngurah Lengkong. Dengan kejadian tersebut, Ngurah Lengkong menderita luka yang cukup parah dan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Negara.
Seorang saksi mata yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan kemungkinan peristiwa tertembusnya dada Ngurah Lengkong oleh keris adiknya itu karena kekebalan yang biasanya menyertai ketika nyolahan rangda tersebut belum masuk.
“Atau dia (Ngurah Lengkong) tidak yakin saja,” ujar saksi mata yang menolak namanya dionlinekan, Senin (8/2). (dey)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan