Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Jadi Rebutan, Putra Winasa Belum Bersikap
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upaya Partai Demokrat Jembrana untuk “merebut” I Gede Patriana Krisna dari tangan PDIP belum ditanggapi putra sulung Bupati Jembrana, I Gede Winasa ini. Ipat, sapaan akrab Patriana lebih memilih menunggu keluarnya rekomendasi dari DPP PDIP.
Ipat ketika dihubungi awak media, Selasa (16/2) mengaku pernah ditemui oleh sejumlah pengurus Partai Demokrat Jembrana. Namun Ipat mengaku belum memberikan jawaban apapun karena dirinya lebih mengedepankan etika politikmengingat saat ini dirinya masih digodok oleh PDIP.
”Saya belum bisa memberikan kepastian atas tawaran Partai Demokrat. Sebelum ada keputusan dari PDIP kita tunggu dulu,” ujarnya. Kendati demikian, Ipat sangat menghormati derasnya dukungan kader Demokrat terhadap dirinya.
Sekretaris DPC PDIP JEmbrana, I Ketut Sigiasa ketika dihubungi terpisah, Selasa (16/2) mengatakan jika mengacu pada jadwal Pilkada Jembrana, semestinya rekomendari cabup-cawabup dari PDIP sudah turun bulan ini.
Hanya saja, Sugiasa mendapat informasi kalau turunnya rekomendasi akan molor mengingat DPP PDIP tengah disibukkan dengan kegiatan Rakernas.
Pengurus DPP PDIP termasuk Ketua Umum DPP PDIP lebih banyak waktunya ke provinsi-provinsi di negeri ini untuk memimpin Rakerda PDIP.
“Sehingga sekarang di Kantor DPP PDIP sepi tidak ada orang,” terangnya. Terkait upaya merebut Ipat dari PDIP, Sugiasa mengatakan siapapun nantinya yang mendapat rekomendasi cabup/cawabup dari PDIP, pihaknya akan berupaya mempertahankan agar tidak direbut pihak lain atau sampai keluar karena dirinya menilai semua kandidat baik cabup maupun cawabup yang menggunakan kendaraan PDIP sudah memiliki komitmen sejak awal. “Kita akan pertahankan siapapun yang dapat rekomendasi, jangan sampai keluar,” ujar Sugiasa.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun