Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Berharap Uang Berlipat, Nadya Tertipu Rp 502 Juta

Beritabali.com, Denpasar

Rabu, 17 Februari 2010, 19:42 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Nadya Agustina (46) tinggal di Jalan Segara Madu Gang Ratna IIIB/2 Kelan Abian Tuban Kuta, ketiban apes. Korban kehilangan uang Rp 502 juta setelah ditipu Haji Arif cs yang mengaku bisa menggandakan uang. 

Impian korban untuk mendapatkan uang lebih itu terjadi, pada Kamis (11/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Namun herannya, kasus ini baru dilaporkan korban, pada Selasa (16/2) sekitar pukul 12.58 Wita.

Dari informasi dilapangan, korban kedatangan tamu yang awalnya sudah dikenal, yakni Haji Arief. Malam itu, Haji Arief membawa teman-temannya untuk membantu menggandakan uang di rumah korban di Jalan Segara Madu gang Ratna IIIB/2 Kelan Abian Tuban Kuta.

“Mereka sebelumnya sudah janjian dan bertemu malam itu,” bisik sumber Poltabes Denpasar yang enggan disebut namanya, Rabu (17/2).

Sumber juga mengungkapkan, Haji Arief adalah disebut-sebut sebagai seorang paranormal yang beralamat di Banjar Tengah Endongan Karangasem Sumenep Madura, Jawa Timur.

Belum diketahui bagaimana caranya pelaku memperdaya korban dalam penggandaan uang tersebut. Namun yang jelas, Nadya Agustina diduga telah dihipnotis hingga bersedia membayar uang Rp 502 juta, atas permintaan pelaku.

Namun setelah ditunggu-tunggu, uang korban tidak bertambah tambah. Belum ada konfirmasi lanjutan mengenai kasus penipuan ini.

Pasalnya, Kapolsek Kuta AKP Dodi Prawira Negara SIK, ketika dihubungi Beritabali.com tidak mengangkat telponnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami