Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Prof. Nala Meninggal Dunia
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Salah satu putra terbaik Bali yang ahli di bidang ilmu faal, Prof. dr. I Gusti Ngurah Nala, MPH meninggal dunia, Kamis (13/5) pukul 11.40. Nala menghembuskan napas terakhir di ruang ICU RS Sanglah.
Putra bungsu almarhum, Kwarta Haptana menuturkan, ayahnya sempat menjalani CT Scan Senin (10/5) di RS Surya Husada. Setelah itu pulang ke rumah. Kamis (13/5) pukul 07.00, mantan Rektor Unhi ini mengalami sesak napas dan dibawa ke RS Sanglah.
"Bapak menderita kanker hati," ujar Kwarta. Jenazah Guru Besar Ilmu Faal FK Unud ini langsung dibawa ke Bondalem, Buleleng. Jadwal pengabenan masih dibahas keluarga besarnya.
Turut hadir di RS Sanglah, Dirut RS Sanglah dr. Wayan Sutarga, pakar ilmu ergonomi Prof. Adnyana Manuaba, ahli kandungan dan kebidanan Prof. Kornia Karkata, keluarga dan kolega Nala.
Nala alumnus Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dan Master of Public Health University of Hawaii.
Nala lahir 31 Desember 1935 di Bondalem. Ia menikah dengan Cokorda Istri Agung dari Puri Semarabawa, Klungkung dan dikaruniai 4 anak yakni I Gusti Ngurah Pradangga Wishwa Mendala, I Gusti Ngurah Agustana Dharyantara Mendala, I Gusti Ayu Lani Triani, I Gusti Ngurah Kwarta Haptana Mendala.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun