Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Nasabah BCA Dirampok, Rp 51 Juta Amblas
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi perampokan bemodus gembos ban terjadi pada Selasa (18/05) di Jalan Gatsu Barat simpang Jalan Pidada, Denpasar. Seorang nasabah Bank BCA, I Ketut Lunca (64) dirampok dan kehilangan uang tunai Rp 51 juta.
Aksi perampokan ini sangat cepat dan sistimatis. Dua perampok diduga sudah menguntit korban hingga pukul pukul
12.00 Wita.
Menurut informasi, korban yang mengendarai mobil Carry Station DK 1942 GE mendatangi BCA di Jalan Hasanudin, Denpasar untuk mengambil uang. Setelah keluar dari Bank BCA, korban tidak merasakan ada bahaya mengancam.
Namun setibanya di Jalan Gatsu Barat simpang Jalan Pidada Denpasar, ban mobil korban sebelah kiri belakang gembos.
Korban berhenti dan melihat ban mobil. Dia mencari tukang tambal ban. Tapi korban lupa mengunci pintu, jelas sumber petugas Poltabes Denpasar, Rabu (19/05).
Jauh berjalan mencari tukang tambal ban, korban tidak merasa ada dua perampok mengendarai sepeda motor
menghampiri mobilnya.
Salah seorang perampok masuk dan membuka pintu mobil. Secepat kilat perampok mengambil tas gendong yang ditaruh di tengah jok mobil.
Korban I Ketut Lunca yang tinggal di Jalan Tegal Jaya Permai IV-15, Kuta, kembali ke mobilnya. Saat membuka pintu korban kaget, tas gendongnya raib disikat pelaku. Padahal di dalam tas tersebut, terdapat uang tunai Rp 51 juta yang baru diambil dari bank. Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke Poltabes Denpasar.
Pahumas Poltabes Denpasar Kompol SG Sukawiyasa mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
Korban sudah dimintai keterangan. Anggota sedang melakukan pengejaran terhadap pelakunya, ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun