Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
3 Balita Positif HIV/AIDS
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lembaga pemerhati HIV/AIDS Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) mencatat 3 Balita di Bali positif HIV/AIDS. Rata-rata Balita ini berumur antara 1-3 tahun. Ke-3 Balita ini mendapatkan penularan HIV/AIDS dari kedua orang tuannya.
Direktur pelaksana YCUI Made Efo Suarmiartha mengungkapkan ke-3 Balita yang positif HIV/AIDS ini berasal dari sebuah desa terpencil. Kondisi ini menunjukkan penyebaran HIV/AIDS tidak lagi terjadi pada kelompok beresiko tetapi sudah pada masyarakat umum.
Menurut Efo, terjadinya penularan HIV/AIDS ada masyarakat umum terutama masyarakat desa ini terjadi akibat adanya perubahan prilaku seks di masyarakat.
kan ada istilah turun gunung, kemudian mereka mencari PSK dan menggunakan secara bersama-sama. Kalau PSK-nya positif berarti kan satu kelompok itu terkena ujar Made Efo Suarmiartha
Direktur pelaksana YCUI Made Efo Suarmiartha berharap pemerintah daerah Bali segera menyiapkan kader-kader desa peduli AIDS untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Sedangkan berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAID) Bali jumlah kasus HIV/AIDS di Bali kin telah mencapai 3.300 orang.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun