Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Dihantam Bus, Ardana Tewas Mengenaskan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Naas menimpa I Gede Ardana (36) asal Munduk Temu Kaja, Pupuan, Tabanan. Ia tewas mengenaskan setelah sepeda motor Supra X DK 4545 QJ yang dikendarainya bersama istri dan anaknya dihantam Bus Putra Luhur di Jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Singin, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.
Kecelakaan yang terjadi Senin (14/6) sekitar pukul 12.00 Wita itu berawal ketika korban baru saja datang dari sembahyang di Denpasar.Korban yang saat itu meluncur dari Timur arah Denpasar-Gilimanuk membonceng istrinya Ni Nyoman Karmini (36) dan putrinya Kadek Ayu Ariantini (4). Tiba di TKP tepatnya di Banjar Singin, Selemadeg korban hendak melewati kendaraan yang ada di depanya.
Korban diduga saat melitasi melewati as jalan sehingga melaju di jalur kendaraan dari arah berlawanan. Disaat bersamaan meluncur Bus Putra Luhur DK 1499 EI yang dikemudikan oleh I Made Mardita (50) asal Kelungkung.Tabrakan pun tidak mampu dihindarkan terjadi di jalur Bus.
Akibatnya korban tewas seketika di TKP dengan luka pada bagian kepala, pendarahan dari mulut dan hidung, patah tulang leher belakang, patah tulang paja kaki kiri, patah tulang dan lebam rusuk kiri, serta robek pada kedua telapak kakinya.Sementara istri dan putri korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena CKB.Menurut Kasat Lantas Polres Tabanan AKP IGM Punia yang didampingi Kanit Laka Ipda I Nyoman Rauh, mengatakan akibat kejadian itu satu korban tewas.
Sedangkan dua korban lainya mengalami luka berat yang kini dirawat intensif di RSUD Tabanan. Barang bukti dan pengendara Bus yang terlibat kecelakaan tersebut tengah kami mintai keterangannya, jelas IGM Punia.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun