Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Moratorium Siap Diberlakukan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementrian Kelautan dan perikanan memastikan untuk memberlakukan moratorium atau penghentian sementara terhadap penangkapan beberapa jenis ikan.Kebijakan ini menyusul penurunan populasi terhadap beberapa jenis ikan sebagai dampak penangkapan berlebihan dan penangkapan non target (bycatch).
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan R. Narmoko Prasmadji pada keteranganya saat penutupan pertemuan Forum Perikanan Kawasan Segitiga Karang di Sanur Bali menyampaikan moratorium akan di berlakukan pada jenis ikan yang cukup langka seperti salah satunya ikan Napoleon.
Menurut Narmoko, Moratorium dilakukan untuk mewujudkan industri perikanan yang berkelanjutan di Indonesia. ”Ini kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan” ujar R. Narmoko PrasmadjiWakil Menteri Kelautan dan Perikanan R. Narmoko Prasmadji menambahkan selain melakukan moratorium terhadap beberapa jenis ikan, pemerintah juga telah melakukan upaya rehabilitasi terhadap habitat ikan yaitu dengan melakukan konservasi trumbu karang.
Salah satunya dengan melakukan konservasi terhadap trumbu karang seluas 10 juta hektar dan ditargetkan akan bertambah pada tahun ini menjadi 15 juta hektar.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2714 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun