Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Codet Beraksi Dalam Kondisi Waras
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepada polisi, pelaku pemerkosaan berantai beberapa gadis di bawah umur di Bali, Mochammad Davis Suharto alias Si Codet mengaku mendapat bisikan gaib.
Namun dari hasil tes kejiwaan, Codet terbukti waras atau tidak mengalami gangguan jiwa saat menjalankan aksinya.Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Poltabes Denpasar.
Kompol Arief Sugiarto, di sela-sela rekontruksi kasus pemerkosaan berantai 5 anak gadis di bawah umur di Denpasar hari ini (22/6).“Dari hasil tes kejiwaan, tersangka melakukan aksinya dalam kondisi waras. Tidak ada masalah gangguan jiwa.
Tersangka sebelumnya mengaku melakukan perbuatan itu karena bisikan gaib, tapi itu tidak bisa kita percaya,” ujar Arief.Arief menambahkan, tersangka memilih korban anak gadis di bawah umur juga dengan pertimbangan yang cukup matang.“Dengan memilih korban anak-anak dibawah umur, dia (Codet) mempunyai keyakinan korban akan sulit mengenali pelaku. Dan ini terbukti berhasil di Batam, dimana tidak ada satu pun korban yang mengenali pelaku.
Untuk kasus di Bali, kita terbantu karena ada satu korban yang mengenali dengan jelas ciri-ciri pelaku sehingga akhirnya berhasil kita tangkap,” kata Arief. (dev)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2427 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun