Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Asyik Nongkrong, Hermansah Ditusuk Pria Gendut
BERITABALI.COM, BADUNG.
Aksi penganiayaan dengan senjata tajam terjadi di kawasan wisata Pantai Kuta. Seorang pemuda bernama Hermansah, ditusuk pria tak dikenal dengan cirri fisik pendek dan gendut.
Menurut keterangan korban Hermansah (24), saat kejadian ia tengah minum minuman keras berdua bersama temannya, Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 dini hari lalu di pinggir jalan, tepatnya sebuah pertigaan di seputaran Jalan Double Six Kuta.
"Meski kami minum minuman keras tapi kami belum mabuk. Kami masing ingat betul kejadiannya, hanya wajah pelaku saja kami kurang ingat karena waktu itu kondisinya sedikit gelap,"jelas Hermansah di RSUP Sanglah Denpasar Minggu (4/7).
Lebih lanjut korban menjelaskan, saat sedang asyik pesta miras ia tiba-tiba didatangi seorang pria dengan ciri-ciri fisik bertubuh gendut, pendek, dan mengenakan kaos warna putih. Saat datang pria gendut itu marah-marah dan langsung menusuk punggung kanan dan lengan kiri saya. Teman saya hanya kena pukulan saja, jelasnya sambil meringis menahan sakit.
Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Made Dayendra membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan masih menyelidiki kasus ini dan pelaku kini dikejar polisi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2736 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2024 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1960 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1798 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun