Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
12 Penyandang Cacat Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebanyak 12 orang penyandang cacat dari Yayasan Senang Hati, berhasil melakukan pengibaran bendera bawah laut saat Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65 pada 17 Agustus, Selasa (17/8).
12 penyandang cacat ini didampingi belasan penyelam lainnya yang menjadi pendamping. Mereka berhasil mengibarkan sang saka merah putih pada kedalaman sekitar 7 meter di perairan Tulamben, Karangasem.
Walau dalam kondisi cacat fisik, para penyandang cacat ini memberikan kado kemerdekaan dengan memperlihatkan
semangat dan daya juang fisik.Tim ini terdiri dari 4 orang pengibar bendera, yaitu Gusti Lanang Wirawan, Komang Astawa, Aris, dan Wayan Sugianto. Lalu ada 2 pembawa bendera, Dayu Wiadnyani dan Wayan Parwati.
Sisanya peserta acara yaitu Sang Ayu Nyoman Puspa, Kadek Candrawasih, Ketut Sudianti, Nyoman Rudiawan, dan Nyoman Budiarsa."Merdeka," teriak Aris, salah seorang peserta senang seusai melakukan upacara di dalam laut.Selama beberapa minggu mereka berlatih di bawah bimbingan Afandi Junaedi, dive master yang membantu mereka berlatih selama tiga tahun terakhir ini.
Pengibaran bendera bawah laut pada hari kemerdekaan ini adalah untuk kedua kalinya bagi Senang Hati setelah tahun 2008 melakukan hal yang sama di Pantai Sanur, Denpasar.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7828 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5632 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3528 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan