Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kriminolog : Korban Kenal dengan Pelaku
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kriminolog Universitas Udayana, Gde Made Swardana menduga pelaku pembunuhan terhadap Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (17), orang yang dikenal korban.
Gde Made Swardana menolak bila polisi menyebut bahwa pelaku adalah seorang piskopat. Dikatakannya, karakter seorang psikopat adalah sudah sering melakukan aksi pembunuhan.
Dalam kasus ini pelaku sangat diuntungkan, dimana saat kejadian berlangsung tengah turun hujan deras dan di tengah suasana Lebaran.Pelaku diduga kenal dengan korban dan mengetahui persis lokasi kamar kos korban.
Tentu ada upaya pelaku mencoba melakukan pemerkosaan terhadap korban. Dan karena gagal, pelaku melampiaskan dengan cara kekerasan.Jika melihat dari kejadian ini, diperkirakan pelaku sebelumnya berniat akan mencuri di kamar korban. Namun karena ulahnya dipergoki, pelaku akhirnya membunuh korban dengan cara cara sadis.
Sementara itu, sumber kepolisian menerangkan, kuat dugaan pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku.Dugaannya bisa saja begitu, dalam artinya sudah direncanakan dengan matang, ujar sumber kepolisian, Minggu (19/9).Sumber juga mengatakan, pelaku juga diduga menyimpan dendam terhadap korban. Hal itu bisa dilihat dari pisau yang dibiarkan tetap tertancap di leher bagian kanan korban.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Densel AKP Leo Martin Pasaribu enggan mengangkat via telponya saat dihubungi wartawan, pada Minggu (19/09).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan