Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dadong Bikir Gatung Diri di Pohon Coklat
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ni Nyoman Bikir nenek yang berusia 82 tahun asal Banjar Dajan Jalan, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (8/10) . Dadong yang lahir tahun 1928 ini nekat gantung diri karena penyakit hipertensinya tak kunjung sembuh.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tubuh dadong Bikir pertama kali ditemukan oleh cucunya dalam posisi menggantung di pohoh coklat sekitar pukul 14.30 Wita.
Saksi kemudian dengan serta merta memberikan pertolongan dengan menurunkan korban dan dibawa ke bale daja. Saat itu korban masih bernafas. Namun beberapa saat kemudian nafas korban berhenti dan langsung meninggal dunia.
Kapolsek Kerambitan AKP Gede Wali, menjelaskan korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Tidak ditemukanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Berdasarkan, pemeriksaan medis, korban diperkirakan melakukan aksi gantung diri sekitar pukul 03.00 Wita, Jumat dini hari.
Korban meninggal murni karena bunuh diri. Diduga korban tidak kuat menahan penyakit hipertensi yang dideritanya tak kunjung sembuh, sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, pungkas Gede Wali. (nod)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun