Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Palak 17 Pelajar, Pemuda Babak Belur Dipukuli
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memalak 17 pelajar, tersangka I Wayan Hariyatha (23) nyaris tewas dipermak massa di Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar. Tersangka yang tinggal di Jalan Trenggana Gang VII/10, Denpasar, kini diamankan di Polsek Denpasar timur (dentim).
Tersangka ditangkap atas atensi jajaran intelkam yang menerima laporan pemalakan dibilangan Puputan, Renon. Berdasar ciri – ciri pelaku, petugas menangkap tersangka Haryatha di depan Ozigo.
Menurut Kapolsek Dentim AKP I Gusti Nyoman Wintara, tersangka sempat mengajak damai alias 86 petugas yang menangkap. Namun, ditolak anggotanya.
Didampingi Kanit Reskrim Iptu Agus Prihadinika, Kapolsek mengatakan, massa marah dan memukul tersangka hingga babak belur. Beruntung, anggota Reskrim dengan cepat memboyong tersangka ke Polsek Dentim.
Tersangka asal Mengwi, Badung, mengaku sudah melakukan pemalakan terhadap pelajar sejak Bulan Agustus lalu. Dari pengakuannya, ada 17 pelajar yang jadi korban pemalakannya. Kapolsek mengatakan, setiap beraksi, tersangka Haryatha menakut-nakuti korbann dengan menuduh korban sebagai pelaku penganiaya maupun pelaku tabrak lari.
Mayoritas para korbannya takut karena fostur tersangka bongsor. Sehingga tersangka leluasa menjarah barang para pelajar yang kebanyakan memiliki HP dan uang tunai.
“Ada puluhan ponsel disikatnya dari pelajar. Ada juga uang tunai, emas dan STNK. Para korbannya akan segera melapor,” beber Kapolsek. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan