Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kualitas Air Kemasan Isi Ulang Menurun
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil pemantauan Dinas Kesehatan Bali menunjukkan kualitas air kemasan isi ulang yang marak dijual di kota Denpasar mulai mengalami penurunan kualitas. Walaupun secara rata-rata penurunan kualitas air kemasan isi ulang tersebut belum melampaui standar baku kualitas air minum.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja pada keteranganya di Ranon (10/11) mengungkapkan dari sekitar 2000 outlet penjualan air kemasan isi ulang di Kota Denpasar, hampir sebagian besar mengalami penurunan kualitas air olahan. Penurunan ini terjadi menyusul peningkatan kandungan kadar logam dalam air seperti besi dan seng.
Sutedja memprediksikan peningkatan kandungan kadar logam seperti besi dan seng dalam air ini diakibatkan oleh penurunan kualitas air di sumber mata air menyusul peningkatan pencemaran.
sumber mata air yang diambil dulu memang bagus, tetapi seiringan dengan padatnya pemukiman pencemaran makin meningkat tutur dr. Nyoman Sutedja.
Sutedja mengakui akan lebih memperketat pengawasan terhadap outlet-outlet penjualan air kemasan isi ulang. Apalagi saat ini outlet-outlet penjualan air kemasan isi ulang makin marak di Kota Denpasar menyusul meningkatnya kebutuhan akan air minum yang murah.(mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1971 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun