Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bahan Bakar PLTGU Pemaron Bocor dan Cemari Laut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil investigasi Yayasan Baktera Nusantara menemukan adanya pencemaran lingkungan laut oleh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap (PLTGU) Pemaron Buleleng. Pencemaran tersebut berupa butiran-butiran tumpahan sisa minyak yang mencemarin pesisir pemaron pada radius 1 sampai 1,5 kilometer dari lokasi PLTGU.
Direktur Yayasan Bahtera Nusantara Arsonetri pada keterangannya di Denpasar, Senin (24/1) menyatakan pencemaran minyak ini dipeerkirakan terjadi akibat kebocoran pipa distribusi bahan bakar. Menurut Arsonetri, pencemaran sisa tumpahan minyak ini terjadi sejak sebulan lalu dan hingga hari ini pencemaran tersebut belum tertangani.
Walaupun pencemaran tumpahan sisa minyak ini belum menyebabkan kematian ikan secara masal. "Kematian ikan belum ada secara booming, tapi tumpangan minyak tersebut sudah dalam bentuk fisik, jadi sebenarnya kondisinya mencemari perairan permukaan. Mungkin belum pada kedalaman tertentu yang bias menyentuh trumbu karang," papar Arsonetri.
Arsonetri mengakui telah menerjunkan tim investigasi untuk mengumpulkan data-data dan bukti-bukti. Sebelum nantinya kasus ini akan dilaporkan ke Pemerintah provinsi Bali maupun ke Kementrian Lingkungan Hidup.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun