Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Penanganan Anak Terlantar Hanya Retorika Semata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
DPRD Bali mengaku kecewa dengan program penanganan anak terlantar di Bali yang terkesan hanya sebagai 'lips service' atau retorika semata. Kekecewaan ini disampaikan mengingat tingginya jumlah anak terlantar di Bali yang mencapai 24.800 anak.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Ketut Karyasa Adnyana pada keteranganya di Renon (4/2) menyatakan sangat kentara sekali selama ini penanganan anak terlantar hanya dijadikan proyek. Padahal banyak program yang dikembangkan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan anak terlantar.
Kelihatan sekali lips service dengan kadang-kadang dipakai proyek dan contoh gepeng di Tianyar itu dari dulu , sampai berapa kali pergantian gubernur dan bupati tetapi tetap sampai sekarang ada juga. Apalagi di jalanan makin banyak yang terlantar yang tidak terurus, ujar Ketut Karyasa Adnyana. Ketut Karyasa Adnyana mengungkapkan kegagalan penanganan anak terlantar juga menjadi indikator kegagalan pengentasan kemiskinan.
Karyasa mengaku mencurigai penurunan jumlah kemiskinan akibat banyaknya jumlah warga miskin yang meninggal dan bukan karena keberhasilan program pengentasan kemiskinan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan