Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Penanganan Anak Terlantar Hanya Retorika Semata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
DPRD Bali mengaku kecewa dengan program penanganan anak terlantar di Bali yang terkesan hanya sebagai 'lips service' atau retorika semata. Kekecewaan ini disampaikan mengingat tingginya jumlah anak terlantar di Bali yang mencapai 24.800 anak.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Ketut Karyasa Adnyana pada keteranganya di Renon (4/2) menyatakan sangat kentara sekali selama ini penanganan anak terlantar hanya dijadikan proyek. Padahal banyak program yang dikembangkan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan anak terlantar.
Kelihatan sekali lips service dengan kadang-kadang dipakai proyek dan contoh gepeng di Tianyar itu dari dulu , sampai berapa kali pergantian gubernur dan bupati tetapi tetap sampai sekarang ada juga. Apalagi di jalanan makin banyak yang terlantar yang tidak terurus, ujar Ketut Karyasa Adnyana. Ketut Karyasa Adnyana mengungkapkan kegagalan penanganan anak terlantar juga menjadi indikator kegagalan pengentasan kemiskinan.
Karyasa mengaku mencurigai penurunan jumlah kemiskinan akibat banyaknya jumlah warga miskin yang meninggal dan bukan karena keberhasilan program pengentasan kemiskinan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan