Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
‘Suicide Tattoo’ Dilombakan di Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebuah kontes tato digelar di Kuta Bali. Lomba tato ini agak berbeda dibanding lomba lainnya karena melombakan kategori suicide tattoo, dimana seniman tato yang ikut lomba menggunakan tubuhnya sendiri sebagai model tato.
Kontes tato yang digelar Jumat (25/2) malam ini berlangsung di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Legian Kuta. Ada 34 seniman tato yang ikut ambil bagian dalam lomba ini. Selain dari Bali, para peserta lomba juga berasal dari beberapa kota di Indonesia seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, hingga Manado.
Ada lima kategori yang dilombakan yakni kategori old school, oriental, realis berwarna, realis hitam abu, dan suicide tattoo atau seniman tato mentato dirinya sendiri dengan mesin tato. Masing-masing peserta diberi waktu selama empat jam untuk menyelesaikan karyanya pada tubuh seorang model maupun pada tubuhnya sendiri.
Kategori suicide tattoo menjadi kategori yang paling banyak mengundang perhatian pengunjung. Hal ini wajar mengingat sebagian besar pengunjung jarang melihat seniman tato mentato tubuhnya sendiri. “Dibanding mentato orang lain, suicide tattoo ini lebih susah. Karena mentato badan sendiri, kita harus bisa berkonsentrasi menggambar tato, mengalihkan rasa sakit yang ada di badan saat ditato dengan jarum tato,” jelas Domas, peserta kontes suicide tattoo asal Yogyakarta.
Hasil karya para seniman tato dalam kontes ini dinilai oleh tiga juri yang sudah diakui keahliannya dalam dunia seni tato. “Penilaiannya mulai dari komposisi, tema, ide, warna, gradasi warna, dan penempatan gambar maupun warna. Tiap kategori akan dipilih dua pemenang, the best dan runner up,” jelas Piping, penyelenggara kontes tato.
"Selain sebagai ajang kompetisi para seniman tato dan ajang bertemu para pecinta seni tato baik dari Bali maupun luar Bali, lewat lomba ini kita juga ingin orang melihat tato lebih sebagai suatu art (seni), dan bukan sebagai suatu hal yang berbau kriminal atau jahat,”imbuhnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4696 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2352 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan