Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kadisdik Keluhkan Berbelitnya "Birokrasi" BOS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ultimatum Mendiknas Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA. kepada semua kabupaten/Kodya yang belum mencairkan dana Bantuan Operasonal Sekolah (BOS) ditanggapai beragam.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, menyatakan lambannya pencairan dana BOS akibat terbentur sistem di birokrasi yang masih dibuat.
Kadisdik Gede Suyasa, Kamis (10/3), membenarkan dana BOS untuk Kabupaten Buleleng belum bisa dicairkan. Hal itu disebabkan pola pencairan dana BOS tahun ini bukan lagi dari provinsi ke rekening sekolah, melainkan dari pusat ke kabupaten baru ke rekening sekolah.
"Kalau lewat kabupaten, mekanismenya harus melalui APBD. Sedangkan ABPD Buleleng baru bulan Januari lalu selesai di lakukan verifikasi oleh provinsi. Sebelum dana di transfer, sekolah bersangkutan juga harus membuat rencana kerja anggaran ( RKA) sebagai dasar pengeluaran anggaran,"jelas Suyasa.
RKA yang dibuat, lanjut Suyasa, meliputi tiga hal yakni, belanja pegawai, belanja modal dan belanja barang jasa."Kalau dulu tidak seperti ini. Bahkan kali ini semua regulasi ini harus berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) tersendiri khusus BOS," imbuh Suyasa.
Perbup BOS, kata Suayasa, saat ini sudah pada tahap finalisasi."Sewaktu pembahasan Perbup ada beberapa mekanisme yang harus kita sesuaikan dengan Juknis SE Mendagri dan Mendiknas serta Serta Permendagri tentang APBD. Selama ini peraturan itu kan tidak ada," jelas Suyasa.
Lantas berapa dana Bos tahun 2011 untuk Kapupaten Buleleng? Menurut Suyasa,dana BOS untuk tahun ini sebesar Rp 45,6 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan bagi 488 SD dan 69 SMP se-Buleleng."Dana BOS sebesar Rp 45,6 miliar itu untuk 488 SD sebanyak Rp 28,9 miliar dan 69 SMP sebesar Rp 16,6 miliar,"tandas Suyasa.
Sementara itu, terkait lambannya pencairan dana BOS, sejumlah kepala sekolah mengaku kelimpungan mencari dana untuk operasional sekolah. Bahkan tidak sedikit diantaranya merogoh kantong sendiri atau berhutang untuk menutupi biaya operasional sekolah.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2315 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1930 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun