Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
48.900 Ekor Anjing Tereliminasi Selama Setahun
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sedikitnya 48.900 ekor anjing tereliminasi (dibunuh) selama setahun di Kabupaten Buleleng menyusul terjangkitnya penyakit rabies atau anjing gila yang disebabkan gigitan anjing.
[pilihan-redaksi]
Eleminasi terhadap hewan peliharaan anjing oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng dilakukan merupakan upaya dini agar Virus Rabies tidak menyebar dengan cepat.
"Angka 48.900 ekor anjing dieleminasi pada tahun 2010 lalu, sedangkan pada tahun 2009 ada sekitar 43.000 ekor anjing yang tereleminisi, sehingga populasi anjing saat ini di bulelenhg mencapai 48.800 ekor, eleminasi ini dilakukan bersama warga," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, I Putu Mertha Jiwa, Rabu (23/3).
Pada tahun 2011 ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng mengurangi upaya eleminasi terhadap sejumlah anjing, langkah yang dilakukan dengan melakukan vaksinasi.
"Program yang kita kedepankan di tahun ini dengan vaksinasi dari rumah ke rumah, bahkan upaya ini sangat efektif dilakukan," papar Mertha Jiwa.
Disisi lain, upaya pencegahan terhadap penyebaran Rabies juga dilakukan dengan sosialisasi untuk merubah perilaku masyarakat dengan mengandangkan anjing serta melakukan vaksinasi secara teratur, bahkan di beberapa Desa Pakraman, masalah anjing berkeliaran telah diatur melalui awig-awig.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7732 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan