Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
PLTG di Bali 100% Masih Gunakan Solar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Akibat ketiadaan pasokan gas menyebabkan 100 persen operasional pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Bali hingga saat ini masih menggunakan bahan bakar minyak jenis solar.
[pilihan-redaksi]
PLTG tersebut diantaranya PLTG Gilimanuk dengan daya produksi 130 MW, PLTG Pemaron dengan daya produksi 900 MW dan PLTG Pesanggaran dengan daya produksi 125 MW.
Humas PLN Distribusi Bali Agung Mastika ketika ditemui Beritabali.com, Sabtu (2/4) menyatakan seluruh PLTG di Bali masih menggunakan solar karena tidak memiliki pasokan gas. Apalagi sejak awal dilakukan tender pengadaan gas, belum ada rekanan yang bersedia menjadi penyalur gas dari ketiga PLTG tersebut.
"Suplay gasnya belum ada sampai ke Bali, mungkin ada yang siap itu lebih bagus diharapkan sekali. Siap memang harus gas, tapi suplay gasnya belum ada. Sehingga yang ada solar kita gunakan solar, itu dia kontraktor belum ada, sampai sekarang belum ada," jelas Agung Mastika.
Juru Bicara PLN Distribusi Bali Agung Mastika menyebutkan secara rata-rata PLN distribusi Bali membutuhkan 6 juta liter solar untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bali.
Dimana saat ini daya mampu yang di milik PLN distribusi Bali mencapai sekitar 690 MW dengan beban puncak mencapai 547 MW.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun