Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Seruan Untuk Melindungi Semut Rangrang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna mengatasi ledakan populasi ulat bulu, pemerintah provinsi Bali menyerukan kepada pemerintah kabupaten kota di Bali untuk melindungi semut rangrang yang ada di alam. Perlindungan terhadap semut rangrang ini bertujuan untuk mengatasi ledakan populasi ulat bulu secara alami, sebab semut rangrang merupakan musuh alami ulat bulu.
Kepala Dinas Pertanian Bali Made Putra Suryawan ketika ditemui Beritabali.com di Denpasar, Selasa (19/4) mengatakan dalam surat edaran juga disampaikan agar kabupaten/kota di Bali melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghentikan perburuan terhadap telur semut rangrang, termasuk menghentikan perburuan terhadap burung.
"Kita ada surat edaran ke seluruh dinas kabupaten untuk memberikan penyuluhan agar semut rangrang itu tidak diganggu, burung-burung tidak ditangkap, kemudian kalau memang sangat meresahkan masyarakat populasi ulat bulu walaupun sedikit kita kendalikan" kata Made Putra Suryawan.
Suryawan mengakui hingga saat ini telah mampu melakukan identifikasi terhadap 6 jenis ulat bulu dari 10 jenis spesies ulat bulu yang ada di Bali. Dari 6 jenis yang teridentifikasi, 3 diantaranya mengalami ledakan populasi.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2396 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun