Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Paket Mencurigakan Gegerkan SPBU Pacung Baturiti
Beritabali.com, Baturiti
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sebuah paket mencurigakan dengan berat kurang lebih 17 kg dibungkus kardus mie diterima pegawai SPBU Pacung, Desa Baturiti, Tabanan, Jumat (10/6 ) pagi sekitar pukul 09.00 Wita.
Paket itu diterima oleh karyawan SPBU Pacung I Made Murdana (30) dari dua orang yakni Adi dan Willy. Kecurigaan pun muncul dari Murdana, karena setelah paket yang berisi tulisan pengirim PT Expres Pahala diterima dan ditandatanganinya, kedua orang yang menyerahkan paket itu langsung kabur menggunakan mobile espas warna silver.
Untuk memastikan isi paket tersebut, Murdana kemudian menelpon Bosnya yang bernama Suweca dan menanyakan apakah ada memesan barang dari PT Expres Pahala seperti yang tertera di luar bungkusan paket mecurigakan itu.
Informasi yang diterima dari Bosnya, ternyata tidak pernah memesan paket tersebut. Karena takut, paket yang awalnya berada di dekat kantor, kemudian ia pindahkan ke jarak yang lebih jauh ke tempat tong sampah.
Karena takut saya tidak berani otak atik paket itu, jelasnya.
Was-was dengan keberadaan paket tersebut ia kemudian melaporkan penerimaan paket itu ke Polisi. Tak berselang lama pihak kepolisian mendatangi TKP. Tampak juga Kapolres Tabanan AKBP AA Made Sudana turun ke TKP.
Beberapa menit kemudian, Tim Gegana Polda Bali tiba di TKP. Guna proses penyelidikan dan pemeriksaan, areal SPBU sempat ditutup beberapa saat. Paket yang mencurigakan itu kemudian dibawa ke tempat aman oleh anggota Gegana Polda Bali.
Setelah dicek dengan alat deteksi Bom, paket itu dinyatakan aman dari bahan peledak. Yang isinya hanya brosur cara pemakaian Pertamax. Paket mencurigakan itu selanjutkan dibawa ke Polda Bali.
Kapolres Tabanan AKBP AA Made Sudana menegaskan pihaknya akan mengecek pengirim dan memintai keterangan apa maksudnya mengirim paket itu dengan tergesa-gesa.
Kami telusuri dari nomor resi pengiriman yang tertera dalam paket itu, jelasnya. Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan mengirm barang ke suatu tujuan agar tidak tergesa-gesa sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan