Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dramatari klasik dari negeri India
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dramatari klasik dari negeri India dipentaskan di sebuah restauran India di kawasan wisata Kuta belum lama ini. Pentas seni dari abad ke-17 ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.
Pentas dramatari klasik dari India ini bernama 'Kathakali'. Dramatari klasik ini sudah ada sejak abad ke-17 dan berasal dari kota Kerala di India bagian selatan.
Dramatari 'Kathakali' ini merupakan kombinasi unik dari seni sastra, lukis, musik, acting, serta tari. Dalam pentas dramatari ini penonton disuguhi pertunjukan drama dengan tarian, topeng, serta kostum yang unik dan rumit.
Selama pementasan, para seniman India yang tampil sama sekali tidak berbicara. Dialog drama dilakukan lewat ekspresi wajah yang unik serta gerakan tangan yang dikenal dengan 'mudra’, disertai musik tradisional khas India.
“Cerita yang dibawakan dalam pentas dramatari ini berjudul 'Duryodana Vadham' yang diangkat dari epos cerita Mahabrata. Dalam cerita ini dikisahkan Sang Krisna yang mencoba membujuk Duryudana dan adiknya Dursasana agar mengembalikan negara Astina kepada Pandawa yang tengah dibuang di hutan,” jelas Neeta Malhotra, penyelenggara pentas seni India.
Namun bujukan Sang Krisna ini tidak membuat Duryudana dan Dursasana Goyah. Akibatnya perang saudara antara Pandawa dan Korawa pun pecah yang dikenal dengan perang Bharatayudha.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan