Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gianyar Perkuat Wajib Belajar Prasekolah untuk Anak Usia 5–6 Tahun

Selasa, 27 Oktober 2026, 11:13 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Gianyar/Gianyar Perkuat Wajib Belajar Prasekolah untuk Anak Usia 56 Tahun.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Pemerintah Kabupaten Gianyar memperkuat implementasi Wajib Belajar (Wajar) 1 Tahun Pendidikan Prasekolah untuk memastikan anak usia dini memperoleh layanan pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar (SD).

Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Implementasi Wajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah yang terintegrasi dengan kelas parenting dan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di TK Negeri Hindu Kerta Winangun Santhi, Tulikup, Senin (26/10/2026).

Sosialisasi dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 26–29 Oktober 2026, di tujuh kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Setiap kecamatan melibatkan sekitar 170 peserta yang terdiri atas orang tua, Gugus Tugas Wajar, camat, kepala desa/lurah, serta Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

Program Wajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah mendorong anak usia 5–6 tahun mengikuti layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Pendidikan prasekolah berperan penting dalam membangun kesiapan belajar, mengembangkan kemampuan bahasa, kemandirian, keterampilan sosial, serta membentuk karakter anak.

Dalam sambutan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar yang dibacakan oleh Camat Gianyar selaku Bunda PAUD Kecamatan Gianyar, Wayan Ari Trisna Handayani, ditekankan bahwa keberhasilan pendidikan prasekolah membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga.

Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah serta 12 tahun pendidikan dasar dan menengah.

"Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh apa yang dilakukan guru di sekolah, tetapi juga oleh apa yang kita bangun bersama di rumah. Ketika orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat berjalan beriringan, kita sedang menyiapkan fondasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita," demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Dukungan Pemkab Gianyar terhadap pendidikan anak usia dini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, pembangunan dan peningkatan sarana prasarana PAUD, program Seragam Gratis (SERGAP) bagi peserta didik PAUD negeri, serta pemberian makanan tambahan (PMT) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan prasekolah di Kabupaten Gianyar.

Pelaksanaan program ini juga membutuhkan keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan, keluarga, serta pemangku kepentingan terkait. Sinergi tersebut diperlukan untuk mendorong partisipasi anak mengikuti layanan PAUD dan mengatasi berbagai hambatan akses di masing-masing wilayah.

"Kolaborasi pemerintah daerah, satuan PAUD, pemerintah desa/kelurahan, keluarga, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas akses PAUD, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memastikan setiap anak usia prasekolah memperoleh layanan pendidikan yang layak," ungkapnya.

Untuk mendukung implementasi program, kelas parenting diintegrasikan dengan layanan PAUD HI. Pendekatan ini menekankan pemenuhan kebutuhan anak secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan.

Melalui kelas parenting, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya stimulasi perkembangan, pengasuhan positif, dan pendidikan karakter sebagai bekal anak memasuki sekolah dasar.

Ketua panitia, Ni Nyoman Sudarmi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut juga bertujuan memperkuat sinergi antara guru dan orang tua dalam menanamkan lima nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yakni religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

"Sinergi antara guru dan orang tua sangat penting agar pendidikan karakter yang ditanamkan di sekolah dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga," ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Gianyar



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami