Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bangli Catat 58 Kebakaran, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026, 11:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bangli Catat 58 Kebakaran, Kerugian Tembus Rp1 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Kabupaten Bangli mencatat 58 kejadian kebakaran sejak awal April hingga Oktober 2026. Kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari hutan, lahan, hingga rumah warga tersebut menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Bangli, jumlah kejadian kebakaran tertinggi terjadi pada Oktober dengan 22 kejadian, disusul September sebanyak 17 kejadian.

Kecamatan Kintamani menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak. Kondisi cuaca panas dan karakteristik geografis kawasan tersebut menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan kerawanan kebakaran.

Lahan bekas aliran lahar Gunung Batur yang mudah mengering saat cuaca panas, ditambah kondisi wilayah berbukit dan curam, membuat kawasan Kintamani rentan terbakar. Karakteristik medan tersebut juga menyulitkan petugas saat menjangkau titik kebakaran dan melakukan pemadaman.

Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran masih menghadapi kendala berupa usia armada yang sudah tua serta akses menuju lokasi kejadian yang sulit dijangkau. Kondisi ini berpotensi memperlambat proses penanganan kebakaran.

Meski demikian, koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak turut membantu petugas dalam menangani kejadian kebakaran di wilayah Bangli.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Bangli, Cokorda Lanang Mahendra, pada Selasa (27/10/2026) mengatakan terkait kondisi dan penanganan kebakaran di Kabupaten Bangli. Selama 58 kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Memasuki masa peralihan menuju musim hujan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. 

"Aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering, perlu dihindari untuk menekan risiko kerugian yang lebih besar," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami