Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Orok Lima Bulan Dibuang di Pantai Padangalak
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar, Sosok orok yang diperkirakan berusia lima bulanan, ditemukan di kawasan pantai Padanggalak, Sanur, pada Minggu (17/7).
Warga yang melihat orok tersebut langsung melaporkan ke Polsek Dentim. Orok yang terbungkus dengan kain, lengkap dengan ari-arinya ditemukan di celah-celah bebatuan pemecah gelombang pesisir pantai.
Orok yang ditemukan sekitar pukul 15.00 Wita itu, kemudian dievakuasi ambulan PSC Pos Juanda BPBD Kota Denpasar ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUP Sanglah.
Saat dilakukan pemeriksaan, orok yang masih merah tersebut itu besarnya hanya sebesar anak kucing. Antara bayi dan ari-ari sudah terpisah. Satu kain membungkus ari-ari, kain lainnya membungkus orok tersebut.
Namun apa jenis kelamin bayi tersebut belum bisa diketahui karena harus dilakukan pemeriksaan lebih rinci.
Salah satu petugas yang ditemui di RS Sanglah mengatakan, kalau dilihat dari bentuk bentuk fisik, bayi ini lahir belum waktunya.
"Kalau perkiraan saya kayaknya masih berusia lima bulan karena organ vitalnya belum terlihat dengan jelas, ditambah lagi kondisi bayi sudah agak rusak. Kemungkinan besar dibuang Sabtu atau Minggu dini hari,’’ ujarnya.
Tak hanya itu, masih ada satu orok lagi yang belum diketahui siapa ibunya. Orok tersebut kiriman dari Polsek Sukawati, pada (26/5) silam. Untuk penanganan orok di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUP Sanglah.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan