Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Uganda Telan 69 Kapsul SS
Denpasar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Denpasar, Penyelundupan narkoba dengan cara menelan di perut kembali terjadi di Bandara Ngurah Rai Tuban. Seorang warga kebangsaan Uganda, Ronald S Semanda Warneg (37) ditangkap pihak Bea Cukai karena menelan 69 kapsul berisi sabu sabu di dalam perutnya.
Tersangka Ronald ditangkap pada Senin (25/07) sekitar pukul 19.30 Wita saat pesawat yang ditumpanginya Qatar Air QR-638 mendarat di ruang kedatangan International Bandara Ngurah Rai. Pesawat yang ditumpangi tersangka datang dari Doha menuju Singapura dan transit ke Denpasar.
Petugas Bea Cukai curiga setelah dilakukan pemeriksaan di tubuh tersangka Ronald mengandung bahan narkotika.
“Apalagi saat perutnya diperiksa, keras dan ada benjolan,” jelas sumber petugas Bea dan Cukai, pada Selasa (25/07).
Karena kecurigaan itulah, petugas langsung membawa tersangka Ronald ke ruang pemeriksaan medis. Lelaki
bernomor paspor B0454729 itu, hingga kini masih menjalani pemeriksaan medis guna mengeluarkan sabu - sabu dari perut tersangka.
“Sementara ini sedikitnya 69 kapsul berisi sabu sabu dengan berat bruto 936 gram,” beber sumber.
Hingga kini pihak Bea Cukai belum bisa dikonfirmasi terkait penangkapan ini.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun