Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ada Tiga Pejabat Diperiksa
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Denpasar, Dugaan adanya mark-up dana pembelian tanah rumah sakit (RS) bertaraf internasional Tabanan di kawasan Desa Nyitdah, Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, yang semula ditangani Polda Bali, kini mulai bergeser ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
Atas kasus ini, Kejati Bali kabarnya sudah memulai tahap penyidikan. Bahkan Kejati sudah memanggil panitia pengadaan lahan untuk dimintai keterangan, dari Senin (25/7) sampai Selasa (26/7).
Saat dikonfirmasi, Kejati Bali melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas, Eko Indarno, S.H, membenarkan jika Kejati telah memanggil beberapa pejabat untuk dimintai
keterangan.
Eko Indarno juga membenarkan bahwa yang dipanggil tersebut ada tiga pejabat dari panitia pengadaan lahan tersebut. Namun, mengenai siapa - siapa yang dipanggil, Eko masih enggan menyebutkan karena masih dalam tahap penyelidikan.
"Mengenai siapa-siapa yang diperiksa dan apa hasil pemeriksaan, belum bisa kami ungkap di media karena masih penyelidikan," tegasnya.
Selain itu, kata Eko, pemeriksaan ini masih tahap awal. Kasus dugaan korupsi ini sudah bergulir sebelumnya di Polda Bali
pada bulan Juli tahun 2010 lalu. Namun sampai setahun, kasus tersebut tidak ada kejelasan.
Laporan dugaan ini bermula dari adanya laporan seorang pengacara dan dilengkapi dengan laporan intelijen. Disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya, bahwa untuk persiapan pembangunan RS Internasional tersebut, dilaksanakan
pertemuan yang menghasilkan kesepakatan tertulis dengan sejumlah pemilik tanah yang kemudian menetapkan total keseluruhan harga tanah sekitar Rp 4,2 miliar.
Namun, dalam APBD ternyata terjadi kenaikan harga tanah yang sangat signifikan yakni sekitar Rp 14 miliar. Klarifikasi Pemkab Tabanan saat itu adalah terjadi kenaikan harga tanah di pasaran.
Namun, sebagian pemilik tanah yang menjual tanahnya mengaku masih harga tanah sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan Pemkab Tabanan yakni total sekitar Rp 4,2 miliar.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan