Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Terapi Ketawa dan Kesehatan Tubuh
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Made Suambara merupakan salah satu instruktur yoga yang aktif memasyarakatkan penyembuhan dengan cara tertawa. Lewat tertawa, akan muncul tiga jenis ‘obat’ yang tidak dijual di apotik yakni ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan.
“Terapi ketawa ini merupakan terapi untuk sembuhkan penyakit akibat pikiran atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan Psikosomatis,” ujar Made Suambara saat ditemui di Pantai Sanur (28/7/2011).
Menurut Suambara, jika pikiran sudah ‘rusak’ atau tidak tenang, akan muncul 8 jenis keluhan penyakit dalam tubuh manusia. Keluhan itu antara lain keluhan di pencernaan, jantung, pernafasan, persendian, perkemihan, saraf dan otak, hormon tiroid, serta sistem kekebalan tubuh manusia.
Lalu apa hubungan berbagai keluhan penyakit itu dengan terapi tertawa ?
“Ketawa ini sudah diteliti baik di dunia barat maupun timur, dan sudah terbukti sangat ampuh mempercepat proses kesembuhan seseorang,” jelasnya.
Di Bali, terapi tertawa ini sudah diterapkan Suambara sejak 7 tahun lalu. Selama kurun waktu itu, sudah ribuan masyarakat Bali yang telah disembuhkan dari berbagai keluhan penyakit dengan menggunakan terapi ini.
“Begitu kita ketawa, pertama akan ada getaran yang terjadi pada semua bagian tubuh kita. Getaran ini yang akan memperkuat sel-sel atau saraf yang lemah. Getaran ini juga bisa mengganti sel-sel yang mati dengan yang baru,” jelas Suambara.
Jika ditinjau dari sisi ilmu pernafasan, saat tertawa nafas yang keluar lebih banyak dari nafas yang dihirup, lebih banyak karbondioksida yang keluar, yang tersisa hanya oksigen. Dengan sisa oksigen ini, akan merilekskan tubuh dan memberi efek ketenangan dalam pikiran.
“Setelah kita tertawa juga akan membuka hati sehingga akan muncul kebahagiaan,” ucapnya.
Terapi tertawa, menurut Suambara merupakan obat yang sangat mujarab untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
“Tertawa itu mampu menstimulasi yang namanya ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan. 3 ‘obat’ ini belum dijual di apotik dan hanya ada di dalam diri manusia. Kebahagiaan yang muncul pada diri seseorang, akan berdampak pada kesembuhan suatu penyakit yang dideritanya,” ujarnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4690 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2329 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan