Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Petani di Tabanan Mulai Krisis Air
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Prediksi tahun 2015 Bali akan mengalami krisis air mendekati kenyataan. Tanda-tanda ke arah itu sudah dirasakan oleh petani di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Akibat krisis air, sebanyak 15 hektar lahan sawah petani setempat kekeringan. Selain karena jebolnya talang air saluran subak, krisis air juga disebabkan karena tidak adanya mata air yang mampu mengaliri sawah di desa tersebut.
Kelihan Subak Banjar Samsam 1 Made Lantika, Selasa (2/8) mengatakan akibat krisis air petani setempat terpaksa merugi. Mereka tidak dapat mengolah sawah dan beralih menjadi buruh bangunan.
“Kondisi ini disebabkan karena talang air jebol, sawah kami pun mengering,” jelasnya.
Kekurangan air sudah sering terjadi namun kondisi terparah terjadi saat ini. Terdapat 47 petani yang mengalami kerugian akibat kekeringan air tersebut.
Meski kekurangan air, petani setempat berusaha menanam palawija. Namun upaya itu gagal, karena tidak ada sedikit pun pasokan air yang menggenangi sawah petani setempat.
“Kami hanya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan perbaikan talangan air kami yang jebol, sehingga sawah kami kembali bisa ditanami,” katanya penuh harap.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun