Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Diputusin Pacar, Siswi SMK Gantung Diri
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Mendoyo. Ni Putu ER ,gadis 18 tahun warga Lingkungan Petapan Persidi, Kelurahan Tegal Cangkring Kecamatan Mendoyo nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Remaja kelas 3 salah satu SMK di Tegal Cangkring ini bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan selendang warna merah muda.
Kejadian ini baru diketahui Neneknya Ni Ketut Manis (69) Minggu (14/8) dini hari. Ketika ditemukan putri dari I Ketut Witarma dan Ni Luh Sari Ekawati sudah menggantung di sebuah pohon coklat di belakang rumahnya.
Saat tergantung siswi kelas tiga ini mengenakan kaos warna abu-abu dan celana pendek.
Sebelumnya nenek tersebut mencari cucunya lantaran tidak ada di dalam kamarnya. Melihat cucunya sudah kaku tergantung di pohon coklat nenek tersebut langsung minta tolong kepada warga sekitar.
Kasus ini masih ditangani aparat Polsek Mendoyo Polres Jembrana. Sementara itu Kapolsek Mendoyo Kompol IB Sudarsana seijin Kapolres Jembrana Irfing Jaya saat dikonfirmasi Senin (15/8) siang membenarkan atas kejadian tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan kasus ini murni kasus bunuh diri.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1944 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1569 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun