Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Jumlah Pengguna Bahasa Bali Menurun Drastis
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari sekitar 3,9 juta penduduk Bali diprediksikan jumlah penutur atau pengguna Bahasa Bali tidak lebih dari satu juta orang. Jumlah ini menunjukkan bahwa jumlah penutur Bahasa Bali mengalami penurunan sangat drastis.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika pada keteranganya di sela-sela Seminar Ranperda Pelestarian Warisan Budaya di Renon, Rabu (24/8) menyatakan penurunan jumlah penutur bahasa Bali ini terjadi karena kalangan pemuda dan pelajar di Bali saat ini lebih cendrung menggunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Suastika mengakui sedang mempertimbangkan rencana pemberlakuan satu hari berbahasa Bali di kalangan pelajar dan instansi pemerintah untuk melestarikan Bahasa Bali.
“Nantinya kita akan menggalakkan penggunaan bahasa Bali saat jam kerja maupun di sekolah, cara-cara seperti itu merupakan upaya pelestarian dan sekaligus pengenalan pada generasi seterusnya,” papar Ketut Suastika.
Suastika mengakui Bahasa Bali kini semakin ditinggalkan oleh masyarakat Bali sendiri. Apalagi kondisi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional semakin heterogen, sehingga dalam pergaulan bahasa Bali semakin jarang digunakan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2241 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun