Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ciptakan Pemerataan, Harga Kamar Hotel Harus Dinaikkan
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hotel di kawasan wisata favorit seperti Kuta dan Legian diminta untuk memberlakukan kenaikan harga kamar hotel. Hal ini untuk mewujudkan pemerataan perserbaran kunjungan wisatawan di seluruh Bali.
Koordinator Asosiasi Perjalanan Wisata (ASITA) Wilayah Bali, NTT dan NTB Bagus Sudibya pada keteranganya di Renon, Sabtu (27/8) mengungkapkan kenaikan harga kamar hotel diperlukan agar wisatawan mulai mempertimbangkan untuk menginap di kawasan wisata di luar kawasan wisata favorit
“Umpamanya kita perlu meningkatkan harga kita, kalau umpamanya demand-nya tinggi supply terbatas, maka harga dinaikkan, itu teori ekonomi, pemerataan juga terjadi. Tatkala umpamanya hotel di Kuta dan legian menaikkan harga sehingga dianggap harganya tinggi, mungkin dia akan pergi ke Candidasa atau Lovina untuk mencari hotel yang lebih murah,” papar Bagus Sudibya.
Sudibya menambahkan peningkatan harga kamar hotel di kawasan wisata favorit juga akan memberikan efek bagi peningkatan pendapatan bagi rumah-rumah penginapan milik masyarakat.
Sehingga kedepan diharapkan masyarakat tingkat bawah juga merasakan langsung dampak pertumbuhan pariwisata.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun