Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Populasi Babi Bali Menurun Drastis
tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembibitan Ternak Dinas Peternakan Bali mencatat, populasi babi Bali mengalami penurunan secara drastis. Bahkan Populasi babi Bali sebagai plasma nuftah saat ini diperkirakan tidak lebih dari 300.000 ekor.
Kepala UPT Pembibitan Ternak Dinas Peternakan Bali Nata Kesuma menyampaikan penurunan populasi babi Bali terjadi ditengah meningkatnya minat masyarakat Bali untuk mengembangbiakan dan memelihara babi jenis lainnya, seperti Landrace, White Large, Duroc dan Hamshare. Apalagi secara ekonomi harga jual dari babi Bali cukup murah.
“Masyarakat memilih babi yang lebih menguntungkan serta ekonomis, mereka masyarakat tidak akan berpikir tentang pelestarian, itu adalah tugas pemerintah dalam rangka pelestarian plasma nuftah (sumberdaya yang memiliki arti ekonomi dan sosial yang sangat penting) itu,” papar Nata Kesuma.
Nata Kesuma mengakui kini pemerintah provinsi Bali sedang mempertimbangkan untuk melakukan pelestarian babi Bali. Kebijakan ini sebagai bentuk proteksi terhadap plasma nutfah dan untuk menjaga ketersediaan babi Bali, mengingat masyarakat masih membutuhkan babi Bali untuk kegiatan upacara)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun