Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ekstrak Serai Dapur Ampuh Basmi Hama Ulat Bulu
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ledakan populasi hama ulat bulu sempat menjadi kekhawatiran bagi para petani di Bali. Namun kini Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengembangkan ekstrak/minyak atsiri serai dapur untuk mengatasi serangan hama ulat bulu. Hasil pengujian lapangan menunjukkan biopestisida ekstrak serai dapur tersebut memiliki daya bunuh yang cepat dan ramah terhadap lingkungan.
Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Udayana Putu Sudiarta P.hD menyatakan berdasarkan uji lapangan dan laboratorium ekstrak serai dapur memiliki daya bunuh yang kuat dan cepat terhadap hama ulat bulu. Bahkan dengan konsentrasi 0,5 persen kemampuan daya bunuh pada ulat bulu juga cukup efekti
“satu persen itu dapat membunuh seratus persen ulat itu, kemudian karena 100 persen lalu kami turunkan konsentrasinya menjadi 0,5 masih efektif, ketika diturunkan lagi kurang efektif, jadi yang paling efektif 0,5 persen. Dengan konsentrasi 0,5 itu sangat-sangat aman bagi lingkungan sehingga sangat bagus dimanfaatkan untuk biopestisida,”jelasnya.
Putu Sudiarta P.hD menambahkan, dilihat dari kecepatan membunuh, ternyata ekstrak serai dapur mempunyai kecepatan daya bunuh maksimal dalam waktu 6 jam.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2151 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1922 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1784 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun