Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tas Hitam Bikin Geger Warga Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Warga di seputaran jalan By Pass Ngurah Rai Kuta, hari ini (14/01/2012) digegerkan dengan penemuan sebuah tas hitam yang diduga berisi bahan peledak. Namun setelah diperiksa tim penjinak bom Polda Bali, tas tersebut hanya berisi rongsokan VCD Player dan sejumlah VCD. Tas hitam yang bikin heboh warga ini ditemukan tergeletak di sekitar toko Pia Legong, Jalan By Pass Ngurah Rai pukul 09.00 Wita. Temuan ini kemudian dilaporkan warga ke Polsek Kuta dan diteruskan ke Polda Bali.
Tim Penjinak Bom Polda Bali langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan tas hitam tersebut. Setelah diperiksa, tas hanya berisi barang-barang elektronik dan kepingan VCD."Hasilnya negatif, bukan bom seperti yang ramai muncul di jejaring dunia maya," jelas Kapolsek Kuta AKP Gede Ganefo.
Terkait hal ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Hariadi menyatakan, temuan tas koper hitam di Kuta ini tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme."Ini hanya temuan tas biasa, tidak ada kaitannya dengan aksi teror,” kata Hariadi.
Setelah diperiksa di Markas Brimob Polda Bali di Tohpati, barang bukti tas hitam dikembalikan ke Polsek Kuta untuk ditelusuri siapa pemiliknya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun