Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Bocah Korban Tanah Longsor Belandingan Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang bocah korban tanah longsor di Desa Belandingan Kintamani Bangli atas nama Ketut Tapa (9) tahun hingga hari ini belum berhasil ditemukan. Dari 6 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, tercatat baru 5 korban meninggal yang baru berhasil di evakuasi. Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Bali IGM Jaya Serataberana menyatakan hingga siang ini tim SAR masih mencari korban. Korban diperkirakan hanya terbawa aliran air yang tercampur tanah, terbukti 5 korban lainnya ditemukan beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
“Ini masih sedang disisir, ini kita sudah tahu titik-titiknya, kemungkinan-kemungkinan ini disisir nantinya, di Danau Batur, di Bungbungan, ini saja bisa ke Batur kan lumayan ini lari longsorannya, jadi kecepatannya mungkin tinggi, kok bisa sampai ke Danau Batur,” jelas IGM Jaya Serataberana Jaya Serataberana menyatakan sangat sulit untuk melakukan evakuasi apalagi pencarian dilakukan dengan cara konvensional tanpa bantuan alat berat.
Sedangkan alat berat yang ada dilapangan tidak bisa masuk ke lokasi karena topografi yang curam dan berbukit. Hingga saat ini korban yang telah ditemukan jasadnya diantaranya Made Mudaraya umur 25 tahun, Ni Mangku Witri, Perempuan umur 40 tahun, Rasti, perempuan umur 38 tahun, Made Kardi, perempuan 26 tahun dan seorang laki-laki umur 5 tahun bernama Heri Saputra.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan