Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Beberapa Desa di Bali Dijadikan Pengembangbiakan Jalak Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah daerah Bali merencanakan untuk menjadikan beberapa desa di Bali sebagai tempat konservasi dan pengembangbiakan jalak Bali yang kondisinya terancam punah.
Desa-desa yang akan dipilih sebagai tempat konservasi dan pengembangbiakan adalah desa-desa yang kondisi alamnya cocok dengan habitat asli Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat.
Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali Ketut Teneng menyatakan pengembangbiakan jalak Bali di beberapa desa ini merupakan salah satu usaha pelestarian yang dilakukan untuk menghindari punahnya burung yang menjadi identitas Bali tersebut.
Jika program ini berhasil diharapkan populasi burung jalak Bali akan terus berkembang di seluruh desa di Bali. kalau bias disemua desa ada akan lebih bagus, inikan mascot, kalau misalnya sekarang di Lembongan sudah ada 100, di Nusa penida ada berapa? Bahkan di pemprov sendiri sudah ada 2, kalau semua desa bias dikembangkan akan bagus sekali” ujar Ketut Teneng.
Teneng menyebutkan hingga saat ini beberapa desa di Bali telah berhasil melakukan konservasi dan pengembangbiakan burung Jalak Bali. Desa-desa tersebut diantaranya Besi Kalung dan Nusa Penida.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2450 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun