Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Seorang Warga Tewas Digigit Monyet Liar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang warga di Kabupaten Karangasem Bali tewas setelah diserang dan digigit seeokor monyet liar. Monyet yang menggigit warga ini diduga terjangkit rabies.
Warga yang tewas digigit monyet ini bernama Nyoman Gunung (65), warga dari Banjar (Dusun) Tengah, Desa Nongan. Ia tewas di sungai Puluk Puluk Desa Nongan, Kabupaten Karangasem, pada Senin (14/5/2012). Menurut warga setempat, korban Nyoman Gunung ditemukan dalam kondisi kritis oleh seorang warga sekitar 50 meter di atas sungai tersebut.
"Korban ditemukan dengan kondisi luka parah di sekujur tubuhnya dengan luka bekas gigitan monyet itu. Belum sempat mendapat perawatan korban akhirnya meninggal dunia," jelas Komang Semara Yasa, seorang warga Desa Nongan.
Kuat dugaan monyet yang menyerang warga tersebut terjangkit virus rabies. Sebelumnya monyet liar itu juga menyerang seekor anjing warga beberapa pekan lalu. Anjing tersebut kemudian terjangkit rabies dan akhirnya dieliminasi (dimusnahkan) oleh pemiliknya.
Pasca serangan monyet liar ini warga di sekitar desa setempat merasa resah dan khawatir. Warga telah melaporkan ke aparat Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang bertugas di Desa Nongan.
"Respon dari petugas saya nilai lambat. Semestinya kalau petugas kepolisian cepat merespon dan mengambil tindakan bersama masyarakat saat itu, mungkin tidak terjadi korban jiwa," katanya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan