Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Pesisir Pebuahan Semakin Terkikis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kondisi pesisir pantai Pebuahan, Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Negara kian parah dan semakin memprihatinkan. Kawasan pesisir pebuahan yang dikenal dengan wisata kuliner kian tergerus oleh gelombang laut.
Akibatnya abrasi semakin parah, namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah. Jika ini tidak segera mendapat penanganan bukan tidak mungkin rumah-rumah makan yang berjejer dikawasan tersebut akan rata dengan tanah seperti abrasi yang terjadi baru-baru ini di kawasan Desa Candikusuma dan Pengambengan dimana puluhan rumah warga lenyap disapu ganasnya ombak pantai.
Berdasarkan pemantauan Beritabali.com kerusakan di pesisir akibat gerusan ombak makin parah. Tembok-tembok yang membendung tempat warung kuliner sepanjang bibir pantai kini bagian pondasinya sudah mulai terkikis air. Pengikisan terparah terjadi saat air laut mengalami pasang terutama bertepatan bulan purnama. Pada hari purnama gelombang pasang sampai naik kedaratan sehingga membuat panik warga sekitar.
Yang paling meresahkan, kini jarak bibir pantai dengan pemukiman warga sudah semakin dekat. Dengan kondisi ini tidak hayal membuat warga sekitar semakin was-was. Saat malam hari mereka mengaku kerap tidak bisa tidur nyenyak jika gelombang laut semakin mengganas. Yang bisa mereka lakukan hanyalah waspada terhadap bahaya gelombang laut.
“Kami saat malam selalu cemas, apalagi saat purnama air laut sangat besar. Suara gemuruhnya membuat kita takut,” ungkap Ahmad Jafar, seorang nelayan yang tinggal di pesisir pantai pebuahan. Menurut Jafar sejak dua bulan berselang tebik di bibir pantai sudah tergerus sepanjang lima meter. Akibatnya jarak pemukiman warga dengan pantai kini tinggal 15 meter saja.
Hal yang sama juga diungkapkan Haji Zaky, pemilik warung kuliner di pesisir pantai tersebut. Dia mengaku pasrah melihat gelombang yang sewaktu-waktu mengganas. Bahkan pengaman berupa senderan yang dibangun sekitar dua bulan lalu, telah ambrol.” Pengaman beton saja jebol apalagi hanya tanggul dari pasir dalam karung seminggu saja ambles,” terang Zaky saat dikonfirmasi Selasa (15/5).
Sementara itu menurut data dari Dinas PU Jembrana tercatat dari 76 kilometer panjang pesisir pantai Jembrana, 20 kilometer lebih mengalami abarasi. Kerusakan teresbut berada di 21 titik bibir pantai dari Kecamtan Pekutatan hingga Kecamatan Melaya. Kerusakan parah terjadi di pantai Pebuahan, Candikusuma dan Pengambengan.
Sementara upaya penanganannya dari tahun 2011 baru bisa ditangani sepanjang enam kilometer, dengan membuat senderan. Sedangkan sisanya rencananya ditangani tahun ini, itupun yang segera bisa terujud baru sepanjang 232 meter, yakni 100 meter di bibir pantai Pekutatan, sisanya di pantai Candikusuma.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7732 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan