Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Masyarakat Bali Diminta Stop Konsumsi Daging
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lembaga pencinta satwa ProFauna Indonesia, menyerukan kepada masyarakat Bali untuk menghentikan kebiasaan mengkonsumsi daging alu (biawak air).
Seruan tersebut disampaikan sebagai upaya melindungi populasi biawak air, karena ProFauna mencatat adanya tren peningkatan konsumsi daging biawak air di Bali.
Koordinator ProFauna Wilayah Bali Jatmiko Wiwoho menyatakan tren peningkatan konsumsi daging biawak air di Bali dapat dilihat dengan makin meningkatnya permintaan daging biawak air dari Bali ke daerah lainnya di Indonesia. Sebagai contoh secara rata-rata dalam satu bulan Bali mendatangkan ratusan ekor biawak air dari Jawa Timur.
“Berdasarkan hasil investigasi kawan-kawan ProFauna di Jawa Timur, justru pengiriman banyak dari Jawa Timur, angkanya sekitar ratusan per-bulan. Sementara di Bali ada investigasi, tetapi ada indikasi ada tren peningkatan jumlah orang yang berjualan biawak air,” ungkap Jatmiko.
Jatmiko Wiwoho menambahkan konsumsi daging biawak air di Bali selama ini karena adanya mitos bahwa daging biawak air dapat mengobati penyakit kulit dan sesak napas. Namun secara medis manfaat daging biawak air untuk pengobatan belum bisa dibuktikan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2684 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1953 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun