Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
5 Imigran Timur Tengah Diamankan Petugas Pelabuhan Padangbai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Petugas di Pelabuhan Padang Bai, Kabupaten Karangasem, Bali mengamankan lima warga negara asing yang diduga imigran asal Timur Tengah. Mereka ditangkap saat hendak bertolak ke Jakarta lewat jalur darat. Menurut Direktur Pol Air Polda Bali Kombes Pol Tubuh Musyareh, kelima imigran asal Afganistan dan Pakistan itu ditangkap sejak kemarin Minggu 2 September 2012. Semuanya di amankan tak lama setelah berhasil mendarat di pelabuhan.
"Kelima imigran itu diamankan di Polsek Padang Bai dan setelah pemeriksaan dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Tubuh, ketika dihubungi, Senin (3/9/2012).
Tubuh mengaku dari pemeriksaan awal diketahui, dari 5 imigran gelap itu empat orang warna negara asing asal Afganistan dan satu orang lainnya asal Pakistan. Dan hanya tiga orang imigran laki-laki yang membawa dokumen sebagai pencari suaka (assylum seeker). Ketiga pencari suaka tersebut yakni Qaser Ali Shah Agha (16), Abid Husain (16), Ulam Murthaza Bakhtiar (25). Sementara dua orang yang tidak memiliki dokumen itu adalah ImronAli Avi (17), dan Yasin Ali Sharif (23).
Penangkapan kelima imigran bermula saat petugas menggelar razia kendaraan mencurigai bus bernopol DR 7346 AB dari Lombok tujuan Jakarta. Benar saja, bus mengangkut 17 orang penumpang tersebut, 5 diantaranya warga asing asal Timur Tengah.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan