Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Demo Mengatasnamakan Petani Dompa Dikeluhkan Tokoh Jimbaran
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Munculnya demo yang dilakukan orang luar dengan mengatasnamakan petani Dompa dikeluhkan oleh sejumlah kelian banjar ketua forum lingkungan se-Jimbaran, dan tokoh petani Bukit Dompa.
Tokoh petani Bukit Dompa, Made Ritig, mendesak agar Bali Internasional Park yang disiapkan untuk APEC 2013 dapat segera dibangun. Selain itu mereka juga mendesak agar Pemkab Badung segera mengeluarkan izin pembangunan BIP karena sudah tak ada persoalan. "Apalagi yang mau dipersoalkan. Di sini kawasan wisata tak melanggar tata ruang, sedangkan kawasan yang dibangun adalah tanah tak produktif," kata mantan perwira yang telah direlokasi rumahnya ketempat yang baru.
Ia menambahkan, sebelum tanah ini dikuasai PT JImbaran Hijau, hanya bisa ditanami kacang undis, turi dan kapuk. "Hanya sesekali bisa ditanami padi gogo. Padi gogo terakhir yang ditanam di Dompa tahun 1962,"kenangnya. Kelian Banjar Buana Gubug Jimbaran Wayan Sukamta Rabu (10/10) menyatakan pihaknya tak mendengar isu demo karena tak ada pemberitahuan kepada dirinya.
"Apa alasan mereka demo? Proyek BIP (Bali International Park) sudah tak ada persoalan lagi dan tanahnya siap dibangun,"ujarnya. Wayan Sukamta menyebutkan, puluhan warga di lokasi proyek BIP yang telah merelakan tanahnya dijual kepada PT Citra Selaras--kini PT Jimbaran Hijau. semuanya juga sudah menerima bantuan masing-masing 2 are.
"Mereka itu dulunya menempati tanah itu karena pihak perusahan berbaik hati memberikan mereka untuk tinggal di sana. Kini ketika lahan tersebut mau ditata untuk pembangunan sebuah kawasan wisata, semestinya mereka rela meninggalkan tanah yang bukan haknya lagi,"jelasnya.
Diakui ada sembilan orang yang tak mau direlokasi karena meminta tanah lebih dari 2 are. Jedeg, salah satu warga yang telah menerima penyerahan uang pembelian tanahnya, menilai PT Jimbaran Hijau sudah berbaik hati memberikan kompensasi, padahal tanah itu sudah dijual oleh warga. Dia khawatir jika mereka yang menolak kompensasi tanah 2 are diberikan ganti rugi lebih dari 2 are, maka warga yang lain akan menuntut yang sama.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Kepala Lingkungan Jimbaran AA Yusa dan Kaling Taman Gria Ketut Sudiarsa. Mereka menyatakan keberatan jika sampai ada orang luar mengatasnamakan masyarakat berdemo menolak proyek.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan