Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Demo Mengatasnamakan Petani Dompa Dikeluhkan Tokoh Jimbaran
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Munculnya demo yang dilakukan orang luar dengan mengatasnamakan petani Dompa dikeluhkan oleh sejumlah kelian banjar ketua forum lingkungan se-Jimbaran, dan tokoh petani Bukit Dompa.
Tokoh petani Bukit Dompa, Made Ritig, mendesak agar Bali Internasional Park yang disiapkan untuk APEC 2013 dapat segera dibangun. Selain itu mereka juga mendesak agar Pemkab Badung segera mengeluarkan izin pembangunan BIP karena sudah tak ada persoalan. "Apalagi yang mau dipersoalkan. Di sini kawasan wisata tak melanggar tata ruang, sedangkan kawasan yang dibangun adalah tanah tak produktif," kata mantan perwira yang telah direlokasi rumahnya ketempat yang baru.
Ia menambahkan, sebelum tanah ini dikuasai PT JImbaran Hijau, hanya bisa ditanami kacang undis, turi dan kapuk. "Hanya sesekali bisa ditanami padi gogo. Padi gogo terakhir yang ditanam di Dompa tahun 1962,"kenangnya. Kelian Banjar Buana Gubug Jimbaran Wayan Sukamta Rabu (10/10) menyatakan pihaknya tak mendengar isu demo karena tak ada pemberitahuan kepada dirinya.
"Apa alasan mereka demo? Proyek BIP (Bali International Park) sudah tak ada persoalan lagi dan tanahnya siap dibangun,"ujarnya. Wayan Sukamta menyebutkan, puluhan warga di lokasi proyek BIP yang telah merelakan tanahnya dijual kepada PT Citra Selaras--kini PT Jimbaran Hijau. semuanya juga sudah menerima bantuan masing-masing 2 are.
"Mereka itu dulunya menempati tanah itu karena pihak perusahan berbaik hati memberikan mereka untuk tinggal di sana. Kini ketika lahan tersebut mau ditata untuk pembangunan sebuah kawasan wisata, semestinya mereka rela meninggalkan tanah yang bukan haknya lagi,"jelasnya.
Diakui ada sembilan orang yang tak mau direlokasi karena meminta tanah lebih dari 2 are. Jedeg, salah satu warga yang telah menerima penyerahan uang pembelian tanahnya, menilai PT Jimbaran Hijau sudah berbaik hati memberikan kompensasi, padahal tanah itu sudah dijual oleh warga. Dia khawatir jika mereka yang menolak kompensasi tanah 2 are diberikan ganti rugi lebih dari 2 are, maka warga yang lain akan menuntut yang sama.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Kepala Lingkungan Jimbaran AA Yusa dan Kaling Taman Gria Ketut Sudiarsa. Mereka menyatakan keberatan jika sampai ada orang luar mengatasnamakan masyarakat berdemo menolak proyek.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2767 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1963 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun