Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pengelolaan Mangrove Tahura Bali Ditarget Jadi Percontohan Dunia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
PT. Tirta Rahmat Bahari (PT. TRB) sebagai pemegang ijin pengelolaan pariwisata alam hutan Mangrove Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai Bali, menargetkan pengelolaan mangrove Tahura Ngurah Rai Bali sebagai contoh pengelolaan hutan mangrove terbaik di dunia.
Direktur PT TRB, Nyoman Swianta pada keteranganya di Renon (22/10/2012) menyatakan, dibandingkan dengan hutan mangrove dengan daerah lainnya di Indonesia, hutan mangrove Tahura Ngurah Rai memiliki beragam kelebihan. Salah satunya yaitu dari segi keragaman jenis mangrove dan ekosistem di dalamnya.
“ Tumbuhannya sebanyak 76 jenis, sedangkan burung ada 70 jenis, reptil ada 10 jenis, itulah kelebihan tanaman mangrove yang ada di Bali, konsep kami yang akan kami kelola adalah menyatu dengan alam, artinya bernuasa alam,” jelas Nyoman Swianta. Nyoman Swianta menambahkan, pengembangan wisata alam Hutan mangrove yang ditawarkan nantinya akan dilengkapi dengan 12 gazebo sebagai tempat istirahat, restoran dan pusat meditasi.
Pembangunan fasilitas tersebut akan dilakukan di lahan-lahan yang kosong sehingga tidak terdapat penebangan pada pohon mangrove.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun