Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
WN Jerman Selundupkan Hashis Lewat Anus
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penyelundupan narkoba lewat Bandara Ngurah Rai Bali kembali berhasil digagalkan. Kali ini, seorang pria asal Jerman, Martin Robert Moller (41) ditangkap petugas bea cukai karena menyelundupkan 22 kapsul hashis ke Bali dengan cara dimasukkan di anus dan ditelan.
Martin Robert Moller (41) ditangkap petugas bea cukai setelah tiba di Bali dengan pesawat Thai Airways TG 431 dari Bangkok, Jumat (14/12). Saat ditangkap, ia sempat berusaha membuang hashis yang dibawa ke tempat sampah.
Namun usahanya itu berhasil dicegah petugas. "Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita hashis seberat 288 gram brutto. Nilai jual hashis ini di pasaran gelap narkotika mencapai Rp 172 juta," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai, Made Wijaya, dalam jumpa pers, Senin (17/12/2012). Moller mengaku membeli hashis itu di Bangkok seharga Rp 8 juta. Ia mengaku hashsi itu digunakan sendiri untuk persediaan selama tiga bulan. Kasus Moller kini dilimpahkan ke Polda Bali.
Pria yang bekerja sebagai desainer grafis ini dijerat pasal 113 ayat 2 UU. No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal mati dan denda Rp 10 miliar.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2715 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun