Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Usai Pesta Arak, Nyawa Pun Melayang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dewa Nyoman Wiryawan (31) meregang nyawa setelah dipukuli tiga temannya usai berpesta arak. Sebelum tewas, Wiryawan mendapat perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Bali Med Denpasar.
"Peristiwa pengeroyokan terhadap korban terjadi pada 27 Februari 2013 sekira pukul 17.30 WITA. Korban dan pelaku saat itu minum arak di salah satu kedai di depan salah satu pelaku," kata Kasi Humas Polsek Denpasar Barat, Ajun Inspektur Ketut Merta Bujangga, di Mapolsek Denpasar Barat, Minggu (3/3/2013).
Bujangga menjelaskan, pada saat kejadian, korban mengajak serta dua temannya. Pada saat sama, pelaku yang berjumlah tiga orang masing-masing kadek Eris Restiawan, Gede Putra Dana dan Gede Sudira Brata datang untuk minum arak bersama.
"Usai minum, korban pamit sambil menyalami pelaku Kadek Eris Restiawan. Jabatannya terlalu erat, yang dibalas jabatan erat pula oleh pelaku," terangnya. Saat itulah korban disebut-sebut menantang pelaku Kadek Eris Restiawan. Merasa ditantang, Eris menyambut ajakan itu. Namun korban membatalkan tantangannya dan berlalu pergi.
Merasa tidak puas, ketiga pelaku mengejar korban. Korban ditemukan di toko berjejaring, Cirkle K. Tanpa banyak tanya, korban dipukuli bertubi-tubi hingga tak sadarkan diri. "Atas perbuatannya tersangka kami jerat pasal 170 KUHP. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," imbuh Bujangga.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan