Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
12 Kasus Pelecehan Seksual Pada Anak di Karangasem
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Bali mencatat selama Januari hingga April ini telah terjadi 12 kasus pelecehan seksual pada anak perempuan di Kabupaten Karangasem Bali. Secara rata-rata umur korban sekitar 12 tahun hingga 14 tahun.
Ketua KPPA Bali Ni Nyoman Suparni dalam keteranganya di sela-sela acara sosialisasi Seleksi Calon Anggota LPSK di Sanur (4/4/2013) menyampaikan sebagian besar korban pelecehan seksual berasal dari pedesaaan dan dari keluarga miskin.
Anak-anak perempuan tersebut menjadi korban pelecehan seksual karena tidak memiliki kemampuan yang baik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan media jejaring social. “Semuannya rata-rata awalnya itu karena facebook dan menerima gambar-gambar yang porno, karena ini pola pikirnya anak-anak, mereka ingin tahu, apa sih yang artinya itu, ini yang tanda kutip, dan kurangnya komunikasi serta pengawasan orang tua juga” kata Ni Nyoman Suparni.
Ni Nyoman Suparni mengaku menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak sekolah terhadap siswa-siswa yang membawa telephone genggam. Apalagi pihak sekolah jarang melakukan sidah terhadap telphone genggam yang dibawa oleh siswa setingkat SD dan SMP.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun